Tampilkan postingan dengan label Teori Dasar Performa Mesin I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teori Dasar Performa Mesin I. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2009

Bahan Bakar Vs Kompresi I

Tidak banyak yang menyadari bahwa bahan bakar menjadi elemen mendasar sebelum melakukan modifikasi mesin. Entah itu untuk kebutuhan balap atau korek harian yang bertujuan untuk meningkatkan performa mesin standar motor.

Pemilihan bahan bakar akan sangat menentukan perhitungan lanjutan dalam memodifikasi sebuah mesin motor. Bahan bakar mesin Otto yang biasa disebut juga mesin bensin merupakan gugus Hidrokarbon yang memiliki rumus kimia CnH2n+2

Hampir semua orang awam tahu bahwa angka oktan dianggap sebagai nilai kualitas dari sebuah bahan bakar. Bahan bakar memiliki oktan lebih tinggi dianggap lebih baik dibanding yang lebih rendah.

Lalu apa sih yang disebut dengan
angka oktan itu? Balik lagi ke bahan bakar yang dipakai oleh motor bensin yang merupakan gabungan dari n-heptane dan Iso Octane.

N-Heptane kependekan dari normal heptana. Normal menunjukkan rangkaian rantai karbon lurus, heptana, berarti 7. Artinya ada 7 atom karbon yang terangkai lurus. Sesuai rumusan di atas CnH2n+2, berarti n-heptana memiliki rumusan molekul C7H16.

Model rangkaian rantai karbon lurus ini mudah sekali diputuskan dengan sedikit energi dari luar. Makanya, molekul n-heptana tidak dianggap faktor yang diperhitungkan dalam menahan pemutusan rantai karbon yang dilakukan oleh kompresi dan panas pembakaran.